Posts tagged life

30 Hari Menulis – Thank You 2020

Thank You 2020
Thank You 2020 

Tidak ada yang menyangka bahwa tahun 2020 sebagian besar waktunya akan saya habiskan di rumah saja. Saya masih ingat keputusan dari kantor yang menyatakan bahwa semua kegiatan akan dilakukan dari rumah. Awal – awal masih tidak biasa dan masih ada penyangkalan yang berbuntut saya menjadi kalap dalam berbelanja. Mungkin itu salah satu pelampiasan bagi saya juga.

Covid 19 ini juga menggagalkan salah satu rencana besar saya yaitu solo traveling ke Jepang, yang sudah saya rancang sedemikan rupa sebagai kado untuk diri saya sendiri di usia 30 ini.

Apakah hanya kekecewaan dan kegagalan yang didapat pada tahun 2020 ini? Tentu saja tidak, banyak hal – hal positif yang saya dapatkan selama 2020 ini.

Hal pertama adalah saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Jika dalam kondisi normal, saya hanya bertemu pada saat berangkat kerja atau pada saat pulang (itu juga kalau tidak lembur) dan weekend saja, tetapi kali ini full bisa bertemu seharian, terutama pada saat bulan Ramadhan. Saya bisa merasakan kesepian yang ibu saya rasakan jika beliau berbuka puasa sendirian. Hal itu yang beliau sampaikan kepada saya pada saat kami selesai sholat idul fiti di rumah. I promise you mom, next Ramahdhan i will stay more at home.

Yang kedua, tabungungan saya cepat bertambah, yang karena alokasi dana untuk liburan tidak terpakai jadi posnya saya pindahkan ke tabungan saja. Hehehehe..

Ketiga tentu saya dalam hal membaca, saya senang sekali tahun ini saya membaca begitu banyak buku, dari berbagai genre serta mengikis TBR saya yang tidak ada habisnya.. Hehehehe. Masih dari segi perbukan, dari buku saya menemukan teman – teman baru, teman yang satu pikiran dengan saya dan juga beberapa yang menginspirasi saya.

Sekali lagi, terima kasih 2020 atas semua pelajaran yang kamu berikan kepada saya. 

Tentang Waktu yang Tepat

Photo by Moose Photos from Pexels

Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri walimahan seorang temman, yang menurut saya perjalanan untuk menuju kesana tidak terduga dan cukup unik. Sepengetahuan banyak orang dia sedang menjalani hubungan serius dengan si A, lalu saya menerima undangan dirinya dengan si B, yang notabenenya si A dan B itu saling kenal dan berteman. Banyak yang bertanya kepada saya untuk memastikan hal tersebut. Apa benar dan kenapa bisa? 

Menurut hemat saya, yah semuanya mungkin karena semua itu sudah dalam ‘pengaturanNya”.

Sebuah catatan juga untuk saya, jika waktu dan orangnya sudah tepat maka akan dipertemukan. Tidak usah terburu – buru atau risau, nikmati saja semua prosesnya.